Herman Judawisastra vs Henk Polinder
he…he…he…., teman-teman kuliah yang satu jurusan dengan aku pasti akan sangat mengetahui salah satu di antara 2 (dua) nama tersebut. Dua nama dosen yang akan selalu diingat oleh para mahasiswanya.
Kalau aku, sebenarnya antara rasa kagum dan takut…he..he..he. Pak Herman Judawisastra adalah seorang dosen senior di Elektro ITB,khususnya bidang Telekomunikasi. Beliau mengampu mata kuliah Medan Elektromagnetik I dan II serta Antena dan Propagasi. Tiga mata kuliah yang menurutku sungguh berat dan sukar terbayangkan oleh otakku yang malas ini. Itulah yang membuat aku takut….mana mata kuliah wajib lagi. Bahkan di Subjurusan Telekomunikasi EL ITB sampai ada kesimpulan bahwa jika sudah lulus ..eh lolos mata kuliah Pak Herman Judawisastra ini maka ijazah S1 sudah 90% di tangan. Tapi di antara itu semua, ada rasa kagumku pada Pak Herman Judawisastra ini, beliau adalah dosen yg benar-benar sangat kompeten dan mau membantu mahasiswanya. Dosen yang selalu memegang prinsip idealis dalam perbuatan dan ucapannya. Salut Pak Herman…
Henk Polinder, agak beda dengan Pak Herman, dia masih muda dan enerjik. Walaupun aku belum ketemu kesimpulan antara lulus Polinder ini dengan lulus S2…he..he…he.Selalu bersemangat untuk mengajar dan sering menggunakan alat-alat peraga yg menurutku sangat menunjukkan kapabilitas dan keinginan utk memberikan ilmu kepada mahasiswanya. Tapi ya itu tadi…antara kagum dan takut sebab mata kuliahnya juga sangat berat, Electrical Machines and Drives, nggak bisa membayangkan juga otakku ini…he..he..he. Yang lebih berat lagi, sewaktu S1, Teori Medan Elektromagnetik I sbg dasarnya aku dulu ingetnya pas ujian saja, itupun lulus dengan semester pendek…he…he…
Ditambah untuk Teori Medan Elektromagnetik II aku ngambil untuk teori medan untuk teknik telekomunikasi ….ha…ha…dasar Jaka Sembung. Memang beda konsentrasi/subjurusan antara S1 dan S2 membutuhkan kerja ekstra dan bimbingan lebih (thanks to all of my friends in Delft…).
Terakhir, doakan aku bisa lulus dari sini yo…. Amin.
salam,